Troops

Troops

HUT TNI 69

HUT TNI 69

HUT TNI 69

HUT TNI 69

HT TNI 69

HT TNI 69

Friday, 1 February 2013

Bentuk-bentuk hukuman mati

.

The Christian Martyrs' Last Prayer, oleh Jean-Leon Gerome (1883). Roman Colosseum.
Beberapa kucing besar dimasukkan ke dalam Koloseum, sebagai sebuah pertunjukan "kematian".





Hukuman mati adalah cara yang legal (sah), dimana seseorang ditempatkan di tempat yang telah ditentukan sebagai hukuman atas dirinya atas kejahatan yang dilakukannya. Pengadilan atau pihak-pihak yang berwenang telah memutuskan bahwa seseorang akan dihukum dihukum mati, sementara proses hukuman mati itu sendiri, disebut eksekusi (execution). Kejahatan-kejahatan yang dilakukan seseorang sehingga orang itu pantas dihukum mati, disebut sebagai capital crimes or caputal offences atau kejahatan-kejahatan besar.

Hukuman mati, di masa lampau, sudah diterapkan secara sempurna di dalam lasyarakat sosial. Dan saat ini sudah 58 negara telah menerapkan hukuman mati hingga saat ini, dan 97 negara menghapuskan eksekusi hukuman mati (banyak negara yang menghapuskan hukuman mati dan menerapkannya kembali, ada juga yang menerapkan kembali eksekusi hukuman mati hanya pada waktu “perang”). Ini juga telah menjadi perdebatan serius untuk banyak negara, apakah benar-benar menghapuskan hukuman mati atau menerapkannya kembali?? Pada negara-negara anggota Uni Eropa, Tulisan dari The Charter of Fundamental Rights of The European Enion, melarang penggunaan hukuman mati.

Saat ini, Amnesti Internasional melihat bahwa banyak negara-negara menghapuskannya. Walau saat ini banyak negara telah menghapuskan eksekusi hukuman mati tersebut, namun 60% populasi masyarakat dunia yang tinggal di negara-negara yang secara serius menerapkan eksekusi hukum`n mati, seperti; RRC (Republik Rakyat Cina), India, Amerika Serikat, dan Indonesia, mereka merupakan empat negara yang berpenduduk padat didunia, yang mana keempat negara tersebut melanjutkan cara eksekusi hukuman mati bagi kejahatan-kejahatan luar biasa. Masing-masing dari keempat negara tersebut secara langsung telah menyatakan suara (dalam menolak) Resolusi Majelis Umum (The General Assembly Resolutions) untuk eksekusi hukuman mati.





Sejarah

Eksekusi untuk para penjahat dan oposisi politisi telah lama digunakan di dalam masyarakat sosial, kedua-duanya untuk “menghukum” para kriminal dan “menekan” perbedaan politik. Di banyak tempat praktek hukuman mati ditujukan bagi pembunuh, mata-mata, pengkhianat, atau sebagai bagian dari Keadilan Militer. Juga dibanyak negara, kejahatan seksual, seperti pemerkosaan anak dibawah umur, berzina, dan sodomi, juga biasanya dieksekusi mati, kebanyakan hal itu berlaku di negara-negara muslim. Di banyak negara yang secara efektif menerapkan hukuman mati, dalam hal Perdagangan narkoba, para pelakunya juga biasanya ganjar dengan hukuman mati. Di Cina, Perdagangan manusia dan kasus-kasus korupsi yang serius, juga dieksekusi mati. Di dunia kemiliteran di seluruh dunia, Pengadilan Militer menerapkan hukuman mati bagi mereka yang terlibat didalam Pengkhianatan (negara), mata-mata, dan pemberontakan.

Penggunaan hukuman mati yang sah bisa dilihat pada jejak rekam sejarah masa lampau. Banyak jejak-jejak sejarah dan praktek-praktek primitif di masa lampau yang menunjukkan bahwa hukuman mati sudah menjadi bagian dari sistem “pengadilan” mereka. Hukuman bagi para koloni perang dimasa lampau atas kejahatan yang mereka lakukan biasanya diberikan juga kompensasi bagi para pelakunya, seperti Hukuman Jasmani (tubuh), Pengucilan/pembuangan, dan eksekusi. Biasanya, Pengucilan bagi para pelaku kejahatan sudah cukup sebagai bentuk keadilan. Dan bagian dari kejahatan yang dilakukan oleh suku-suku terdekat atau di dalam masyarakat sosial biasanya terdapat “permintaan maaf secara resmi”, atau kompensasi (pengampunan), atau bahkan juga “perkelahian sampai mati”.








Beberapa bentuk hukuman mati yang dapat dilihat dari rekam sejarah di masa lampau, meliputi;




  1. Breaking wheel. (seseorang yang kaki dan tangannya diikat di sebuah roda besar yang berbentuk stir mobil, kemudian kulitnya dikelupas menggunakan pisau (disayat), dan yang terakhir, jika para “algojo” sudah puas, kepala orang yang dieksekusi biasanya langsung dipenggal.)






  2. Boiling to Death. (Dimasak hidup-hidup. Biasanya orang tersebut ditempatkan di dalam tungku besar dan dimasak hidup-hidup sampai mati).





  3. Flaying. (Biasanya juga disebut “Skinning”, bentuk terkeji hukuman mati. Seseorang dikuliti hidup-hidup hingga semua kulitnya terlepas dari tubuhnya, seperti contoh menguliti kulit sapi yang dipotong).





  4. Slow Slicing. (Menyayat kulit seseorang secara perlahan hingga orang itu menderita luar biasa).






  5. Disembowelment. (Menyayat secara vertikal tubuh seseorang secara hidup-hidup, kemudian diambil satu atau beberapa “organ vital” orang tersebut, seperti jantung, hati, dan lain-lain). 


     
  6. Crucifixion. (Penyaliban atau salib. Seseorang dibiarkan terikat di atas salib dan dibiarkan berhari-hari sampaiberminggu-minggu hingga orang tersebut mati).




  7. Impalement. (Bentuk hukuman mati yang sangat keji. Seseorang ditusuk kemaluannya dari bawah menggunakan kayu lancip atau benda runcing yang tajam, hingga kayu itu menembus tenggorokan dan keluar dari mulutnya, beberapa bentuk “Impalement” berbeda untuk setiap negara, namun kurang lebih metodenya sama).]




  8. Crussing / Pressing. (Kepala seseorang ditaruh di tempat yang telah ditentukan, lalu kepala tersebut diinjak oleh seekor Gajah, hingga seketika itu juga orang tersebut menemui ajalnya). 


     
  9. Stoning. (atau bisa disebut “Rajam”. Hukuman mati ini biasanya berlaku di negara-negara muslim. Seseorang dilempari batu hingga mati, hukuman ini digolongkan hukuman mati bentuk penyiksaan).





  10. Death by Burning / Execution by Burning. (Bentuk hukuman mati membakar seseorang hidup-hidup).





  11. Dismemberment. (semua kaki dan tangan orang tersebut ditarik oleh empat ekor kuda hingga semua bagian-bagian tubuh itu terlepas).





  12. Death by Sawing. (menggergaji tubuh seseorang hingga terlepas menjadi dua bagian). 





  13. Decapitation. (Pemenggalan kepala. Kepala seseorang dipenggal, biasanya menggunakan pedang).



  14. Scaphism. (sebuah metode hukuman mati penyiksaan. Seseorang dihukum sampai mati oleh gigitan binatang-binatang atau serangga buas, seperti gigitan nyamuk, atau lebah. Dan biasanya juga terdapat variasi “penyiksaan” setelahnya.




  15. Necklacing. (Seseorang dimasukkan ke dalam ban besar (ban mobil), lalu ban tersebut diminyaki dan kemudian orang tersebut dibakar bersama ban hingga seluruh kulitnya melepuh dan meleleh bersama ban tersebut. Ini merupakan bentuk hukuman mati penyiksaan).





  16. Blowing from a gun. (Seseorang ditempatkan persis didepan “mulut” atau laras senjata, kemudian senjata tersebut ditembakkan).








From: Wikipedia.   http://en.wikipedia.org/wiki/Capital_punishment



No comments:

Post a Comment