.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Spetsnaz

Spetsnaz

Poland GROM

Poland GROM

Sunday, 12 January 2014

Kelebihan-kelebihan di Era Soeharto


Sulit untuk tidak mengakui kehebatan Soeharto. Meski di akhir karirnya Beliau dihujani berbagai hinaan, makian, namun tetap saja Soeharto diakui sebagai orang yang berjasa. Kini, banyak orang yang merindukan sosok Beliau, merindukan prestasinya. Tentu saja, semua ini terjadi lantaran para pemimpin pada era reformasi nyatanya belum dapat memberikan hasil yang maksimal dan kehebatan seperti yang pernah dilakukan Almarhum Soeharto, sebagai sosok pemimpin. Memang, perlu diakui bahwa era sekarang berbeda dengan era Soeharto dulu. Tidak seperti di era Beliau dimana sulit mengekspresikan hak-hak berpendapat dan lain sebagainya. Walau demikian, patut juga diakui bahwa era demokrasi saat ini tidak bisa menciptakan suasana panggung politik dan kemasyarakatan yang sejuk, sebagaimana yang ditorehkan oleh Soeharto.


Dengan kerinduan terhadap sosok Soeharto, dapat dikatakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini masih dalam tahap mencari jati diri mereka yang sejati. Kerinduan itu tak lain adalah bentuk khayalan terhadap kemungkinan-kemungkinan bangsa Indonesia yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Zaman Soeharto telah menunjukkan suatu prestasi yang gemilang, walau terdapat banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Sedangkan zaman reformasi saat ini belum menunjukkan kondisi yang terbaik bagi kesejahteraan rakyat.



Ironisnya pada era reformasi (saat ini), bukannya dibenahi dengan berbagai prestasi-prestasi pemimpin, melainkan malah ditambah ruwet dengan berbagai kebobrokan disana-sini, khususnya di Instansi Pemerintahan dan kalangan pejabat. Demokrasi yang dicita-citakan pada masa Orba (Orde Baru), memang sudah berjalan, tetapi faktanya sering kebablasan. Contohnya, Demonstrasi atas nama demokrasi ternyata sering memakan korban dilapangan (dengan berbagai aksi-aksi anarkis). Demikian juga pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat, sudah terwujud, namun faktanya belum membawa perubahan yang signifikan terhadap aspirasi dan suara rakyat.

Yang terjadi adalah, setelah pemimpin benar-benar terpilih oleh rakyat, mereka banyak mengumbar janji, melakukan pencitraan yang baik terhadap diri mereka, nyatanya, semua itu hanyalah isapan jempol belaka. Rakyat malah tambah sengsara, praktek korupsi semakin menggurita di negeri Indonesia ini. Tak heran jika masyarakat merindukan sosok pemimpin seperti Pak Harto.

Sepertinya, Indonesia memang harus dipimpin oleh orang-orang yang memiliki ketegasan dan keberanian, ketimbang hanya duduk di kursi kekuasaan, namun tidak punya nyali untuk membawa Indonesia ke arah perubahan yang lebih baik, dan pro-rakyat. Atau parahnya lagi, banyak yang menjadi “boneka” bagi kepentingan-kepentingan partainya sendiri.

Berikut ini beberapa kelebihan-kelebihan di zaman Soeharto, namun dibalik itu semua, Beliau juga tidaklah luput dari banyak kesalahan dan dosa-dosa yang pernah Beliau lakukan, layaknya manusia biasa, berikut diantaranya;




    Pertumbuhan Ekonomi
Di akhir pemerintahan Soeharto (yang disebut Orde Lama), Indonesia mengalami inflasi. Akibatnya  harga bahan pokok melesat tinggi. Ekonomi Indonesia berantakan. Untuk menangani hal tersebut, Pak Harto di awal kepemimpinannya, menunjuk orang-orang yang kelak disebutnya sebagai “mafia Berkeley”. Para Ahli Ekonom yang cenderung kebarat-baratan ini, di bawah arahan langsung Soeharto, sukses meningkatkan ekonomi Indonesia, sehingga terhindar dari inflasi dan selamat dari keterpurukan ekonomi.




    Swasembada Pangan
    Pada tahun 1980-an, Indonesia dibawah kepemimpinan Soeharto berhasil swasembada pangan. Dia awal pemerintahan Beliau, stok produksi beras Indonesia baru mencapai 12,2 juta ton. Soeharto memiliki keinginan besar untuk menambah jumlah produksi beras tersebut. Sebab, jumlah tersebut sangatlah kurang untuk memenuhi kebutungan pangan masyarakat Indonesia. Barangkali, karena ia dulunya berasal dari keluarga petani, sehingga Beliau sangatlah cerdas dalam urusan pangan dan lumbung pertanian. Tak perlu menunggu 20 tahun dari masa kepemimpinannya, pada tahun 1984, produksi beras Indonesia berhasil menembus angka 25,8 juta ton. Jumlah stok beras yang sangat fantastis pada masa itu.


    Jarang terjadi Keributan
    Sejak periode kedua kepemimpinannya (1978-1998), Soeharto bisa mengendalikan keamanan dan ketertiban. Jarang sekali terjadi keributan yang mengganggu jalannya pemerintahan atau mengganggu keamanan masyarakat, seperti tawuran antar-suku, tawuran pelajar, kekerasan berbau SARA, perkelahian antar-geng, dan lain sebagainya yang berbau kekerasan.

    Nyaris tidak ada demo anarkis.
    Sebelum tahun 1998, nyaris tidak ada demo-demo yang anarkis di era kepemimpinan Soeharto. Sehingga walaupun ada demo, tidak membuat masyarakat menjadi resah dan cemas karena tingkat toleransi masih sangatlah tinggi dan dihargai. Tidak seperti sekarang dimana toleransi sangatlah rendah dan tidak ada rasa saling menghargai.

    Murahnya harga Bahan Pokok
    Harga bahan pokok terbilang murah. Fluktuasi dapat diatasi. Tidak seperti sekarang dimana harga bahan pokok tidak stabil. Setiap tahun, terutama menjelang atau disaat Bulan Ramadhan, umumnya terjadi kenaikan harga bahan pokok.


    Disegani oleh Luar Negeri
    Hubungan Internasional sangat terjaga dengan baik. Dan Negara Indonesia pun disegani oleh luar negeri. Banyak tokoh-tokoh mancanegara yang ingin bersahabat dengan Indonesia. Pelecehan dari negara-negara luar tidak terjadi. Tidak seperti sekarang, dimana sering muncul kasus pelecehan-pelecehan yang berasal dari negara luar. Contohnya saja, beberapa kali, kebudayaan khas Indonesia diklaim sepihak oleh Malaysia.






Dengan demikian kesuksesan Soeharto adalah dalam memerintah Indonesia dengan perkembangan ekonomi nya yang pro-rakyat, kestabilan keamanan dan ketertiban, serta menjunjung tinggi toleransi yang ada di tatanan masyarakat. Itulah nilai-nilai yang membuat Beliau disegani dan dirindukan oleh sebagian pihak. Soeharto dirindu, namun Beliau juga sekaligus dibenci. Seperti kekurangan Beliau adalah adanya pelanggaran-pelanggaran HAM dan Beliau juga sering dikait-kaitkan dengan penculikan dan penghilangan aktivis-aktivis yang berani menentang dan mengkritisi Beliau. Terlepas dari itu semua, saya sengaja menjabarkan berbagai prestasi-prestasi Beliau dengan tujuan untuk menjadi inspirasi. Menjadi Inspirasi semoga dimasa yang akan datang Bangsa Indonesia ini akan dipimpin oleh sosok-sosok luar bisa yang mencatatkan prestasi yang gemilang. Bukan sekedar janji-janji belaka pada saat kampanye.