.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Spetsnaz

Spetsnaz

Poland GROM

Poland GROM

Thursday, 22 August 2013

Ketangguhan pistol Px4 Storm



Px4 SD (Special Duty Variant).
Ketika SOCOM AS mengirimkan permintaan untuk pistol baru, Beretta menjawab tantangan ini. Px4 SD dibangun dengan melebihi persyaratan yang dituntut oleh SOCOM. Dibangun dengan menggunakan slide dan bingkai dari Px4 .45 , hampir setiap komponen secara khusus dirancang, diproduksi, dan diperlakukan khusus untuk membuat pistol yang tak tertandingi dalam kinerjanya di kondisi yang sulit, berpasir, garam, dan lumpur.

Satu varian tambahan yang cukup mendapatkan perhatian adalah Px4 Storm Special Duty (SD). Berbeda dengan kakaknya yang tersedia dalam kaliber 9mm dan .40 S&W yang menjadi ukuran standar Kepolisian AS di mayoritas Negara Bagian, Beretta nampak benar berusaha memasarkan Px4 Storm SD untuk militer utama AS. Mengakomodasi kaliber .45 ACP yang dipopulerkan oleh sang legenda pistol 1911. Beretta ingin mengisi ceruk pasar pistol pengganti M9 yang programnya kini berada dalam status quo. Sekedar mengembalikan ingatan, Angkatan Bersenjata AS memiliki cita-cita mulia untuk menggantikan pistol M9 dalam program JCP (Joint Combat Pistol) pada tahun 2005-2006. Program ini ingin menggantikan dan menciptakan satu pistol standar, ketidakpopulerannya menyebabkan dipergunakannya pistol lain seperti P226 (SEAL) dan Glock 19 (AU AS). Kaliber 9mm juga kurang mumpuni karena dianggap tidak memiliki stopping power yang memadai.

Untuk memanfaatkan desain yang telah dibuat. Beretta menyempurnakannya menjadi varian Px4 Storm Special Duty. Dalam pembuatannya, Beretta mengacu pada parameter yang telah ditentukan SOCOM. Fitur-fitur yang membuatnya berbeda antara lain penggunaan lapisan anti-korosi yang lebih baik, baik pada laras maupun magasin. Frame polimernya menampilkan warna FDE (Flat Dark Earth) yang memang diperuntukkan untuk medan Operasi AS di Irak dan Afghanistan (pada waktu itu). Larasnya dibuat ‘keluar’ memanjang dari slide, siap dipasangi peredam. Bahkan kotak pembungkusnya pun dibuat istimewa, tahan banting, dan tahan air. Tiap pembelian Px4 Storm SD akan mendapatkan dua magasin, berkapasitas 9 dan 10 butir, alat pembersih, dan minyak pelumas.



Glock vs Beretta
Glock dan seluruh variannya, patut diakui merupakan satu pistol yang amat berkualitas, aman, dan andal dalam segala kondisi. Kehadirannya mulai medio 90an menggusur dinasti Beretta 92. The Wondernine yang dulunya sempat menggusur tahta revolver. Zaman berubah, dan perubahan itu sifatnya absolut. Yang tergusur, ya harus bersedia minggir. Walaupun Beretta secara resmi masih menguasai pasar militer, dimana M9 masih digunakan sebagai pistol standar militer AS, namun mereka harus memikirkan cara untuk kembali merajai pasar yang paling potensial. Maklum, makin ke sini ancaman makin mengintai. Komunitas Pasukan Elite AS (Special Forces), mulai menggunakan pistol lain seperti Glock 17, 19 atau SigSauer P226 menggantikan M9.



Pistol Glock 19




Sistem pengaman magasin pistol Glock,
Sistem pengaman yang sangat handal dan terpercaya




Beretta sebagai pabrikan senjata kaya tradisi berusia 500 tahun tentu tak mau dikalahkan begitu saja oleh Glock, yang terhitung anak kemarin sore. Desainernya mempelajari apa yang membuat Glock series begitu populer. Percobaan pertama yaitu dengan membuat pistol berbasis polimer, yaitu Beretta 9000 dan dirilis tahun 2000, dan kurang memperoleh sambutan di pasaran karena keseimbangannya tidak terlalu bagus dan gaya tolak balik yang cukup keras. Desainnya juga dinilai masih mempertahankan bentuk Beretta 92 dengan slide dibuat terbuka dan memperlihatkan larasnya. Khas Beretta tetapi mungkin bagi konsumen dinilai terlalu konvensional dan tidak membawa perubahan dibanding 92F/S.

Akhirnya, pada tahun 2005 Beretta merilis keluarga baru pistol semi-otomatis yang diberi nama Px4 Storm. Meninggalkan tradisi penamaan keluarga pistolnya dengan nama family Felidae (kucing besar). Beretta membawa perubahan mendasar dalam mendesain Px4 Storm. Paling kentara adalah bahasa desain yang jauh lebih radikal dibanding pendahulunya. Tidak mau meniru Glock yang cenderung kaku, Beretta menggunakan desain dipenuhi lengkungan (indah namun tetap fungsional), ciri khas desain Italia. Beretta memvisikan Px4 Storm dapat digunakan untuk berbagai kalangan; mulai dari militer, kepolisian, dan masyarakat sipil. Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.



DETAIL PISTOL
Pistol Px4 Storm, dengan trigger guard yang dibuat berukuran besar, sehingga yang mengenakan sarung tangan tetap dapat mengoperasikan Px4 Storm. Mekanisme pelatuk dan tarikan pelatuk menggunakan komponen serupa Beretta 92, sehingga pengguna yang migrasi ke Px4 tidak kagok. Didepannya ada satu rel aksesoris standar MIL-STD- 1913 untuk menempelkan aksesoris seperti senter atau bidikan laser. Sistem bidik pisir-pejeranya menggunakan tiang standar dengan tiga titik putih (2 di pejera, 1 di pisir) yang tinggal disejajarkan untuk membantu akuisisi cepat. Bukan sistem bidik kelas kompetisi memang, paling banter pengguna dapat menambahkan cat nyala dalam gelap yang mengandung fosfor untuk membuat akuisisi dalam kondisi gelap lebih mudah.

Bagi pengguna kidal tidak perlu khawatir. Beretta membuat Storm dengan tuas-tuas kontrol ambidextrous. Tuas safety di belakang slide, lagi-lagi ciri khas Beretta, dibuat di sisi kiri dan kanan. Tuas pelepas slide (slide release) juga ada disana. Yang hanya ada di satu sisi adalah tombol rilis magasin, tetapi itupun bisa ditukar dari sisi kanan apabila diinginkan. Kalau ukuran tombol rilis magasin dirasa kurang besar, tersedia opsi tombol ukuran sedang atau besar (oversize) yang dapat dipesan ke pihak Beretta. Untuk tangan orang Asia, penempatan tuas safety mungkin agak canggung karena tempatnya cukup tinggi di Slide. Penggunaan trigger safety ala Glock rasanya masih merupakan pengaman yang lebih efektif dibandingkan tuas safety konvensional ala Storm.


Pistol keluaran Beretta yang menjadi andalan: Px4 Storm SD




Dari sisi produksi, laras bisa dibuat se-presisi mungkin, dengan toleransi tinggi dari mesin CNC karena laras Storm bisa dibuat lebih sederhana. Proses pembuatan nya pun jauh lebih cepat. Biarpun sederhana dalam proses produksi, Beretta tidak main-main. Setiap laras dibuat dari blok baja murni (virgin steel) yang ditempa dengan teknologi cold hammer forging. Jika dilihat proses pabrikasinya, setiap laras dihantam empat ‘palu’ robotik secara diagonal sambil dialiri air dingin. Proses ini memberikan tekanan merata di setiap sisi, menghasilkan laras yang amat rigid dan memiliki ketahanan pemuaian yang baik walaupun ditembakkan berkali-kali.

Umur laras pun juga panjang, apalagi bagian dalamnya juga diberi lapisan krom sebagai pelindungnya. Hasilnya, akurasi bisa dipertahankan walaupun sudah ditembakkan terus-menerus. Beretta mengklaim pistol Px4 dapat ditembakkan hingga 150.000 butir peluru tanpa ada komponen yang rusak, patah, atau hancur. Tidak mengherankan, dalam waktu relatif singkat, sudah banyak negara mempercayakan Px4 Storm dan variannya untuk memperkuat Angkatan Bersenjata nya. Selain Italia yang menggunakannya sebagai pistol standar AB mereka, Malaysia, Venezuela, Argentina, Kanada, Portugal, Afrika Selatan, dan Turkmenistan membelinya dalam jumlah ribuan. Kepolisian AS yang menjadi pasar terbesr produk pistol, pun mulai menyukai Px4 ini. Tercatat Kepolisian Maryland, Sparta (NJ), Providence (Rhode Island), Fresno, dan Rochester (NY) telah mempercayakan dan menggunakan pistol ini.


No comments:

Post a Comment