.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Spetsnaz

Spetsnaz

Poland GROM

Poland GROM

Thursday, 12 April 2012

Pasukan Linud AS : Hamburger Hill, 1969



Unit Divisi 101th Airbone Paratrooper


82nd Airbone Division


PASUKAN LINUD AS
            Pasukan Divisi Lintas Udara AD AS, adalah Pasukan parasut terbesar dan terbaik dalam hal perlengkapan dan persenjataan, dengan lebih banyak kekuatan tempur dibandingkan dengan Angkatan Bersenjata di negara-negara lainnya. Asal muasal dari dua kesatuan yang terkenal, 82nd dan 101st Airbone Divisions, berawal dari Perang Dunia I (1914-1918). Keduanya merupakan unit infanteri. Keduanya dilahirkan kembali sebagai unit Divisi lintas udara dalam PD II (1939-1945), kemudian istilah Airbone (Lintas-udara) ditempelkan ke seragam mereka sebagai ciri khas unit ini. 



LATAR BELAKANG
            Satu titik balik dalam Perang Vietnam (1965-1975), dan keterlibatan AS muncul pada tahun 1969. Setelah 4 tahun berperang dan sebanyak 31.000 prajurit AS tewas. Banyak yang menentang keterlibatan AS di Vietnam, baik dari AS sendiri maupun dari dunia Internasional. Dibawah Presiden AS yang baru, Richard Nixon, suatu kebijakan “Vietnamisasi” melibatkan penarikan mundur bertahap pasukan AS dan penurunan aksi militer AS, lalu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dan sumber daya Pasukan Vietnam Selatan.
            
  Pasukan AS melawan NVA (North Vietnamese Army)- atau Pasukan Vietnam Utara, dan sekutunya gerilyawan Viet Cong. Pasukan komunis memilih jumlah tim yang kecil, dan mulai tahun 1969 lebih banyak pasukan AS yang tewas karena jebakan dan ranjau darat yang dipasang para gerilyawan komunis. Pada Mei 1969, Pasukan AS belum siap menghadapi pertempuran 11 hari untuk merebut puncak Gunung Ap Bia di lembah A Shau di Utara Vietnam.







PENDAHULUAN
            Pada Perang Vietnam, Gunung Ap Bia dikenal dengan sebutan “Hamburger Hill” oleh Pasukan AS. Misi mencari dan menghancurkan di dekat perbatasan Vietnam-Laos mendapat perlawanan sengit dari Pasukan Vietnam Utara. Perebutan gunung itu, secara resmi disebut “Hill 937”, melibatkan ribuan pasukan yang saling bertempur dalam salah satu perang paling buas dalam sejarah Perang AS-Vietnam.


OPERASI MILITER
       Penggelaran Pasukan AS dari Divisi 101 Airbone di Vietnam


     Pada awal Mei 1969, laporan intelijen militer AS mengindikasikan bahwa Lembah A Shau yang strategis, di dataran tinggi di tengah Vietnam, merupakan pusat pembangunan kekuatan Resimen NVA (Pasukan Vietnam Utara) Resimen ke-29. Keberadaan lembah ini semakin mengancam Kota Hue di dekatnya, 8 Batalion AS, termasuk 101st dan Pasukan Army of The Republic of Vietnam (ARVN- Pasukan AD Vietnam Selatan), dikirim bersama-sama untuk menggempur musuh.
            Penggelaran Pasukan AS dan Pasukan AD-VS mulai digelar pada 10 Mei 1969. Pertempuran dimulai saat Kompi B dan D dari US 3rd Battalion, 187th Regiment, mendaki gunung Ap Bia setinggi 3.000 kaki (915 meter).
            Pertempuran yang sengit dan brutal pecah antara Pasukan AS dan Pasukan NVA. Pasukan AS bersusah payah berjuang untuk meraih dominasi. Lereng yang curam dan semak-semak yang lebat membuat Hill 937 sangat sulit diserang, terlebih lagi karena NVA telah mendirikan posisi pertahanan yang solid dan melakukan perlawanan yang sengit.
            Pada 11 Mei, Letkol Weldon Honeycutt, komandan 3rd Battalion, meningkatkan serbuan menjadi operasi setara battalion. Kompi B berjuang keras mendaki lerang barat laut, namun dihentikan oleh serangan tembakan dari senjata ringan, mortir dan roket peluncur granat secara intens. Kemudian Kompi C dikirim untuk membantu, sementara Kompi D melaksanakan serbuan sendiri dari arah timur laut.  Meskipun Pasukan Reguler dibantu serangan Artileri dan serangan udara menggunakan Napalm, bukit tersebut masih saja tetap sulit untuk dikuasai.


PERTEMPURAN HILL 937
            Serangan lanjutan oleh tiga Kompi AS dalam dua hari berikutnya belum mencapai kemajuan yang signifikan. Pasukan NVA menunjukkan kegigihan dan semangat yang luar biasa dalam menghadapi perlawanan Pasukan AS yang intens. Termasuk menghadapi serangan dari tembakan gunship AC-47 milik Amerika Serikat yang mematikan. Banyak Pasukan AS yang tewas, memerlukan lebih banyak heli pengangkut yang tentunya beresiko tinggi apabila heli didaratkan. Selain itu, lereng gunung terbukti menjadi rintangan tersendiri. Ketika hujan mengguyur, tanahnya berubah menjadi kubangan lumpur becek yang membuat gerakan Pasukan menjadi lambat.
            Pada 14 Mei, Pasukan 1st Battalion, 506th Regiment, dikirim bersamaan. Mereka ditempatkan dari barat daya untuk melaksanakan serangan besar untuk memotong rute bantuan NVA dari Laos. Dari tanggal 15 Mei hingga 18 Mei, Batalion ke-1 dan 3 bergerak pelan menaiki bukit. Serangan gabungan besar-besaran pada 18 Mei akhirnya memberikan hasil signifikan walau bukanlah kemenangan yang menentukan.
            Pada waktu itu, Hill 937 telah menyita perhatian seluruh publik AS dan komandan militer AS. Mayor Jenderal Melvin Zais, Komandan 101st, memutuskan untuk menggunakan kekuatan berlipat ganda untuk menyelesaikan misi ini.
            Pada 20 Mei, semua Pasukan AS melakukan kordinasi untuk melancarkan serangan besar ke puncak Hill 937. Meski jumlah Pasukan AS berlipat ganda, Pasukan NVA yang masih tersisa ternyata masih gigih dalam memberikan perlawanan terhadap Pasukan AS. Setelah pertempuran mereda, Pasukan AS menemukan didalam bunker-bunker, tampak kosong ditinggal pergi Pasukan NVA yang melarikan diri dengan cepat kedalam lebatnya hutan.


 Seorang prajurit AS yang terluka dalam pertempuran Hills


PASCA PERTEMPURAN
       Korban jiwa di Pihak Amerika sendiri pada operasi “Hamburger Hill” sebanyak 56 prajurit yang gugur, dan 420 prajurit lainnya terluka. Sedangkan lebih dari 700 Pasukan NVA tewas, dan mewakili kekalahan besar pasukan Komunis. Namun dalam iklim strategi Vietnam yang agak aneh, “Hill 937” ditinggalkan oleh Pasukan AS hanya dua hari setelah pendudukan dan kemudian diduduki kembali oleh NVA. Bagi publik AS sendiri, tindakan ini lebih terlihat seperti pembantaian tak bermakna. Namun terlepas dari itu semua, pertempuran ini menjadi salah satu operasi pencarian dan penghancuran skala besar yang dijalankan AS dalam misi kampanye Perang Vietnam.
           

No comments:

Post a Comment