.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Spetsnaz

Spetsnaz

Poland GROM

Poland GROM

Wednesday, 13 June 2012

Salameh Tewas


Ali Hassan Salameh (1940-1979)




Enam tahun setelah kegagalan operasi Mossad di Norwegia, Salameh yang terus diburu dan memiliki nama lain Abu Hassan, sudah menjadi tokoh besar di kalangan PLO (Palestine Liberation Organization)/ Organisasi Pembebasan Palestina dan organisasi Black September. Ketika Mossad salah menembak korbannya di Norwegia, sesungguhnya Salameh memang berada di negara itu. Namun dirinya ternyata luput dari incaran Mossad dan setelah peristiwa penembakan tersebut dirinya menjadi semakin waspada dan semakin lihai. Salameh juga dikenal sebagai ahli dalam penyamaran dan berkali-kali pula ia lolos dari kejaran Mossad. Keahlian menyamar itu ternyata ia peroleh dari rekannya yang juga menjadi tokoh teroris dunia yang jago menyamar dan meloloskan diri, yaitu Carlos The Jackal.

Tapi Salameh mulai menunjukkan kelemahannya saat ia bermukim kembali ke Beirut dan menikah lagi dengan gadis Lebanon, Georgina Rizak, yang pernah menjadi Ratu Kecantikan tahun 1971. Kepopuleran Georgina-lah yang kemudian membuat Mossad kembali mengendus jejaknya. Mossad pun kemudian melancarkan operasi pembunuhan terhadap dirinya.

Untuk memasuki Beirut, agen Mossad yang terdiri dari tim pria dan wanita nampaknya tidak mengalami kesulitan yang berarti. Bahkan untuk mendeteksi kegiatan Salameh yang berada di kediaman apartemen nya dan sering wara-wiri bersama istri barunya sangat mudah terendus. Sayangnya, Salameh dan para pengawalnya yang selalu waspada nampaknya tidak menyadari kehadiran agen Mossad di sekitar kediamannya. Salah seorang agen penyamaran wanita yang ditugaskan dari Mossad, Erika Mary Chambers, yang tinggal di seberang apartemen Salameh pun memantau kegiatan sehari-hari Salameh. Erika dalam aksi penyamarannya, dikenal sebagai wanita genit dan penggemar kucing serta suka melukis memang sama sekali tidak mencerminkan ia sebagai agen mata-mata. Setelah Erika berhasil memastikan runititas Salameh, ia pun memanggil tim pembunuh Mossad untuk melakukan tindakan lebih lanjut, membunuh Salameh.

Tim pembunuh pun datang ke Beirut. Agen Mossad yang pertama tiba di Beirut pada bulan Januari 1978 adalah Peter Sriver. Ketika tiba di Beirut, Peter yang berpaspor Inggris mengaku sebagai konsultan teknik dan usahawan asal Inggris. Peter lalu menginap di salah satu hotel dan menyewa Volkswagen yang nantinya akan difungsikan sebagai bom mobil. Sehari kemudian Agen Mossad yang kedua pun tiba, Ronald Kolberg, ia menginap di hotel yang tidak jauh dari tempat menginap Peter. Tujuan menginap di hotel terpisah itu adalah untuk menghindari kecurigaan bahwa mereka saling kenal. Ronal menggunakan paspor Kanada. Setelah mengisi Volkswagen dengan bahan peledak dan meninggalkan kunci untuk Kolberg. Sriver segera terbang ke Lebanon menggunakan paspor bukan Inggris. Kolberg yang sudah menyewa mobil pun meluncur ke hotel tempat menginap Sriver lalu mengambil kunci Volkswagen dan mengendarainya di jalan biasa yang sering dilewati Salameh. Kolberg lalu memarkir mobil yang dipenuhi bom tersebut di dekat apartemen Salameh. Tanpa mengundang kecurigaan, ia pun segera hilang dengan menaiki taksi.

Tepat pada 22 Januari pukul 15:35 petang, Salameh yang mengendarai Chevrolet bersama empat pengawalnya melintas tepat disamping Volkswagen. Bom yang dipicu melalui gelombang radio pun meledak menghancurkan mobil Chevrolet bersama isinya. Tak hanya Salameh, empat pengawal pribadinya juga ikut tewas. Mossad dan rakyat Israel pun merasa puas dan lega setelah tewasnya Salameh karena dendam mereka terbalas. Namun tewasnya Salameh ternyata tidak mampu menghentikan aksi teror terhadap Israel. Gerakan teror Organisasi Black September bahkan menjadi momentum kebangkitan terorisme Internasional untuk melancarkan serangan mereka ke seluruh penjuru dunia. Aksi terorisme di AS pada 9 September 2002 yang menghancurkan dua gedung kembar WTC di New York pun bahkan memanfaatkan bulan “September” sebagai ikon aksi pembalasan mereka.




Artikel Rekomendasi lainnya: Organisasi teroris Black September



Disadur dari: Majalah Angkasa Edisi Koleksi – The World’s Most Shocking Covert Operations; Delapan Operasi Terselubung Paling Menggegerkan / Edisi Koleksi no. 75 Tahun 2011

No comments:

Post a Comment