.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Showing posts with label Senjata / Senapan serbu. Show all posts
Showing posts with label Senjata / Senapan serbu. Show all posts

Thursday, 22 August 2013

Ketangguhan pistol Px4 Storm



Px4 SD (Special Duty Variant).
Ketika SOCOM AS mengirimkan permintaan untuk pistol baru, Beretta menjawab tantangan ini. Px4 SD dibangun dengan melebihi persyaratan yang dituntut oleh SOCOM. Dibangun dengan menggunakan slide dan bingkai dari Px4 .45 , hampir setiap komponen secara khusus dirancang, diproduksi, dan diperlakukan khusus untuk membuat pistol yang tak tertandingi dalam kinerjanya di kondisi yang sulit, berpasir, garam, dan lumpur.

Satu varian tambahan yang cukup mendapatkan perhatian adalah Px4 Storm Special Duty (SD). Berbeda dengan kakaknya yang tersedia dalam kaliber 9mm dan .40 S&W yang menjadi ukuran standar Kepolisian AS di mayoritas Negara Bagian, Beretta nampak benar berusaha memasarkan Px4 Storm SD untuk militer utama AS. Mengakomodasi kaliber .45 ACP yang dipopulerkan oleh sang legenda pistol 1911. Beretta ingin mengisi ceruk pasar pistol pengganti M9 yang programnya kini berada dalam status quo. Sekedar mengembalikan ingatan, Angkatan Bersenjata AS memiliki cita-cita mulia untuk menggantikan pistol M9 dalam program JCP (Joint Combat Pistol) pada tahun 2005-2006. Program ini ingin menggantikan dan menciptakan satu pistol standar, ketidakpopulerannya menyebabkan dipergunakannya pistol lain seperti P226 (SEAL) dan Glock 19 (AU AS). Kaliber 9mm juga kurang mumpuni karena dianggap tidak memiliki stopping power yang memadai.

Untuk memanfaatkan desain yang telah dibuat. Beretta menyempurnakannya menjadi varian Px4 Storm Special Duty. Dalam pembuatannya, Beretta mengacu pada parameter yang telah ditentukan SOCOM. Fitur-fitur yang membuatnya berbeda antara lain penggunaan lapisan anti-korosi yang lebih baik, baik pada laras maupun magasin. Frame polimernya menampilkan warna FDE (Flat Dark Earth) yang memang diperuntukkan untuk medan Operasi AS di Irak dan Afghanistan (pada waktu itu). Larasnya dibuat ‘keluar’ memanjang dari slide, siap dipasangi peredam. Bahkan kotak pembungkusnya pun dibuat istimewa, tahan banting, dan tahan air. Tiap pembelian Px4 Storm SD akan mendapatkan dua magasin, berkapasitas 9 dan 10 butir, alat pembersih, dan minyak pelumas.



Glock vs Beretta
Glock dan seluruh variannya, patut diakui merupakan satu pistol yang amat berkualitas, aman, dan andal dalam segala kondisi. Kehadirannya mulai medio 90an menggusur dinasti Beretta 92. The Wondernine yang dulunya sempat menggusur tahta revolver. Zaman berubah, dan perubahan itu sifatnya absolut. Yang tergusur, ya harus bersedia minggir. Walaupun Beretta secara resmi masih menguasai pasar militer, dimana M9 masih digunakan sebagai pistol standar militer AS, namun mereka harus memikirkan cara untuk kembali merajai pasar yang paling potensial. Maklum, makin ke sini ancaman makin mengintai. Komunitas Pasukan Elite AS (Special Forces), mulai menggunakan pistol lain seperti Glock 17, 19 atau SigSauer P226 menggantikan M9.



Pistol Glock 19




Sistem pengaman magasin pistol Glock,
Sistem pengaman yang sangat handal dan terpercaya




Beretta sebagai pabrikan senjata kaya tradisi berusia 500 tahun tentu tak mau dikalahkan begitu saja oleh Glock, yang terhitung anak kemarin sore. Desainernya mempelajari apa yang membuat Glock series begitu populer. Percobaan pertama yaitu dengan membuat pistol berbasis polimer, yaitu Beretta 9000 dan dirilis tahun 2000, dan kurang memperoleh sambutan di pasaran karena keseimbangannya tidak terlalu bagus dan gaya tolak balik yang cukup keras. Desainnya juga dinilai masih mempertahankan bentuk Beretta 92 dengan slide dibuat terbuka dan memperlihatkan larasnya. Khas Beretta tetapi mungkin bagi konsumen dinilai terlalu konvensional dan tidak membawa perubahan dibanding 92F/S.

Akhirnya, pada tahun 2005 Beretta merilis keluarga baru pistol semi-otomatis yang diberi nama Px4 Storm. Meninggalkan tradisi penamaan keluarga pistolnya dengan nama family Felidae (kucing besar). Beretta membawa perubahan mendasar dalam mendesain Px4 Storm. Paling kentara adalah bahasa desain yang jauh lebih radikal dibanding pendahulunya. Tidak mau meniru Glock yang cenderung kaku, Beretta menggunakan desain dipenuhi lengkungan (indah namun tetap fungsional), ciri khas desain Italia. Beretta memvisikan Px4 Storm dapat digunakan untuk berbagai kalangan; mulai dari militer, kepolisian, dan masyarakat sipil. Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.



DETAIL PISTOL
Pistol Px4 Storm, dengan trigger guard yang dibuat berukuran besar, sehingga yang mengenakan sarung tangan tetap dapat mengoperasikan Px4 Storm. Mekanisme pelatuk dan tarikan pelatuk menggunakan komponen serupa Beretta 92, sehingga pengguna yang migrasi ke Px4 tidak kagok. Didepannya ada satu rel aksesoris standar MIL-STD- 1913 untuk menempelkan aksesoris seperti senter atau bidikan laser. Sistem bidik pisir-pejeranya menggunakan tiang standar dengan tiga titik putih (2 di pejera, 1 di pisir) yang tinggal disejajarkan untuk membantu akuisisi cepat. Bukan sistem bidik kelas kompetisi memang, paling banter pengguna dapat menambahkan cat nyala dalam gelap yang mengandung fosfor untuk membuat akuisisi dalam kondisi gelap lebih mudah.

Bagi pengguna kidal tidak perlu khawatir. Beretta membuat Storm dengan tuas-tuas kontrol ambidextrous. Tuas safety di belakang slide, lagi-lagi ciri khas Beretta, dibuat di sisi kiri dan kanan. Tuas pelepas slide (slide release) juga ada disana. Yang hanya ada di satu sisi adalah tombol rilis magasin, tetapi itupun bisa ditukar dari sisi kanan apabila diinginkan. Kalau ukuran tombol rilis magasin dirasa kurang besar, tersedia opsi tombol ukuran sedang atau besar (oversize) yang dapat dipesan ke pihak Beretta. Untuk tangan orang Asia, penempatan tuas safety mungkin agak canggung karena tempatnya cukup tinggi di Slide. Penggunaan trigger safety ala Glock rasanya masih merupakan pengaman yang lebih efektif dibandingkan tuas safety konvensional ala Storm.


Pistol keluaran Beretta yang menjadi andalan: Px4 Storm SD




Dari sisi produksi, laras bisa dibuat se-presisi mungkin, dengan toleransi tinggi dari mesin CNC karena laras Storm bisa dibuat lebih sederhana. Proses pembuatan nya pun jauh lebih cepat. Biarpun sederhana dalam proses produksi, Beretta tidak main-main. Setiap laras dibuat dari blok baja murni (virgin steel) yang ditempa dengan teknologi cold hammer forging. Jika dilihat proses pabrikasinya, setiap laras dihantam empat ‘palu’ robotik secara diagonal sambil dialiri air dingin. Proses ini memberikan tekanan merata di setiap sisi, menghasilkan laras yang amat rigid dan memiliki ketahanan pemuaian yang baik walaupun ditembakkan berkali-kali.

Umur laras pun juga panjang, apalagi bagian dalamnya juga diberi lapisan krom sebagai pelindungnya. Hasilnya, akurasi bisa dipertahankan walaupun sudah ditembakkan terus-menerus. Beretta mengklaim pistol Px4 dapat ditembakkan hingga 150.000 butir peluru tanpa ada komponen yang rusak, patah, atau hancur. Tidak mengherankan, dalam waktu relatif singkat, sudah banyak negara mempercayakan Px4 Storm dan variannya untuk memperkuat Angkatan Bersenjata nya. Selain Italia yang menggunakannya sebagai pistol standar AB mereka, Malaysia, Venezuela, Argentina, Kanada, Portugal, Afrika Selatan, dan Turkmenistan membelinya dalam jumlah ribuan. Kepolisian AS yang menjadi pasar terbesr produk pistol, pun mulai menyukai Px4 ini. Tercatat Kepolisian Maryland, Sparta (NJ), Providence (Rhode Island), Fresno, dan Rochester (NY) telah mempercayakan dan menggunakan pistol ini.


Wednesday, 31 October 2012

Senapan serbu M4 & M6-IC, dan kompetisi senjata oleh AD AS



Menggantikan Carbine M4? Bukan hal yang sulit sebetulnya, karena ada puluhan kandidat di luar sana. Masalahnya, justru terletak di dalam AD AS sendiri.


 US Army



AD AS dan Pentagon sebagai tuannya adalah lembaga yang termakan oleh birokrasinya sendiri. Tak belajar dari kontroversi M14 pada satu dasawarsa silam, ketika tiba gilirannya untuk menggantikan senapan M4, Angkatan Darat AS pasang sikap keras kepala, persis seperti apa yang mereka lakukan di era 1980-an. M4 yang diadopsi pada tahun 1994 memang mewarisi gen buruk dalam hal sensitifitas terhadap debu dan daya gempurnya.

Namun, tekanan sana-sini dari para anggota militer, baik itu veteran atau yang masih aktif, tak juga mampu menembus sikap keras kepala AD AS yang tetap bersikukuh untuk mempertahankan senapan M4. Padahal pengujian sand test sampai 2 kali membuktikan kalau M4 dua kali lebih buruk dari senapan XM8, SCAR, dan HK416.



 Senapan serbu M4



Lalu ketika akhirnya AD mengeluarkan kompetisi Individual Carbine, Solicitation Number W15QKN-11-R-F003 pada 31 Januari 2011 lalu, pada intinya itu adalah sebuah kontes pencarian kandidat untuk menggantikan senapan M4. Pada tahap awal, pemenang kontes akan dihadiahi kontrak sebanyak 178.890 pucuk senjata, cukup untuk menjalankan roda produksi pabrik selama lima tahun kedepan. Sungguh merupakan kontes yang menggiurkan. Tak heran bila nama besar pabrikan senjata seperti Heckler&Koch, Knights Armament Co, Robinson Arms, Remington, Colt, FN, dan General Dynamics menarih perhatian besar terhadap kontes tersebut.


Syaratnya mudah; senapan harus dapat dipasangi pelontar granat M320 terbaru yang menjadi standar AS, pelontar granat M203 tua, serta dapat dipasangi sistem shotgun underbarrel M26 MASS. Senapan baru ini juga harus bisa mengadopsi munisi M855A1 yang menjadi standar baru. Selain di adu satu sama lain, pemenang akhir akan berhadapan dengan PI (Product Improved) M4, atau sebuah senapan M4 yang dimodifikasi atau dikostumisasi. 


Seperti halnya dalam dunia sipil, proses pengadaan dalam militer AS juga tidak terlepas dari kontroversi. Pertaruhan nasib perusahaan, favoritisme atas satu produk, upaya saling menjatuhkan, dan kolusi antar pabrikan senjata sangatlah terasa. Dengar-dengar, kompetisi ini hanya menyisakan Colt, FN, dan General Dynamics saja. Dari ketiga kompetitor tersebut, salah satu pemenang dapat menunjuk 2 pabrikan lainnya sebagai partner untuk memenangkan tender.

Di masa lalu, FN berpengalaman membuat M16A4 dan M4 walaupun patennya dipegang Colt. Begitu pula Colt yang pernah kebagian tender M249. Pencapaian ketiga perusahaan ini hingga sampai ke tahap final rupanya menimbulkan pertanyaan, karena produk FN yaitu SCAR saja akhirnya dibuang oleh US-SOCOM yang mengembangkannya. Produk Colt tidak lebih dari modifikasi M4. General Dynamics bahkan tidak memiliki kandidat bagus selain senapan XM8, yang berkali-kali ditolak oleh AD walaupun keluar sebagai juara dalam sand test di Aberdeen Proving Ground.


 Senapan XM8 yang dikembangkan General Dynamics




Sekian banyak senapan yang gugur sebenarnya adalah produk yang mempunyai banyak fitur-fitur modern yang tidak dimiliki M4. Salah satu yang undur dari persaingan adalah LWRC (Land Warfare Resources Corporation) M6-IC (Improved Carbine), senapan dalam genre konvensional namun sangatlah menarik untuk dibedah. LWRC sebagai pabrikan senjata yang relatif baru, menyadari betul bahwa M16 dan M4 adalah senapan dengan layout terbaik yang pernah diciptakan.

Bentuknya sangat ergonomis, arah jatuhnya recoil tepat ke bahu, seluruh kontrol seperti pelatuk, selektor penembakan, tombol rilis magazin, dapat dimanipulasi hanya dengan satu tangan. Maka yang dilakukan LWRC adalah berupaya menciptakan Senjata AR yang sempurna. Mampukah?? banyak pabrikan pembuat senjata yang terkenal sudah mencoba melakukannya. Tak kurang dari Heckler&Koch pun sudah merilis HK416 yang sukses digunakan dalam menewaskan Osama Bin Laden, atau Colt yang juga merilis CM901, dan puluhan pabrikan senjata lainnya. Piston-Driven AR sudah menjadi suatu standar baru di luar kemiliteran, dan LWRC juga menempuh cara yang sama.


 HK416 buatan pabrikan Heckler&Koch



Mereka mengadopsi salah satu lini mereka, yaitu senapan semi-otomatis M6 yang ditambahkan sejumlah racikan baru sehingga melahirkan M6-IC (Individual Carbine). M6-IC tampil dengan warna “Patriot Brown” yang menyerupai Flat Dark Earth, unttk memenuhi persyaratan AD bahwa senapan baru mereka tidak boleh berwarna hitam. Syarat lain, IR Signature senapan harus lebih rendah dari M4, terutama setelah ditembakkan. Untuk memenuhi persyaratan ini, LWRC memilih lapisan baru Cerakote untuk melabur M6-IC. Cerakote adalah cat pelapis yang amat tahan terhadap gesekan dan panas. Dengan pemakaian normal, Cerakote tidak akan pudar seperti layaknya cat biasa.


 M6-Individual Carbine



Seperti yang sudah disebutkan, senapan M6-IR adalah senapan dengan layout M4, namun dengan sejumlah perbedaan fundamental. Dimulai dari bagian laras yang menampilkan laras tebal dengan alur luar (flute) yang berfungsi mendinginkan laras saat ditembakkan. Fluting yang digunakan adalah model spiral, yang berguna untuk memaksimalkan penguapan, menjaga agar laras tetap dingin, dan ujung-ujungnya berdampak pada akurasi yang terus terjaga.

Penghematan bobot yang bisa mencapai 20% adalah dibanding bobot laras biasa adalah keunggulan lainnya, tanpa ada kompensasi terhadap rigiditas laras. Spiral fluke adalah hal baru yang diterapkan pada senapan serbu, dan LWRC tidak juga berhenti sampai disini. Laras M6-IC dibuat dengan spesifikasi laras target, match-grade, yang dibuat dengan teknik cold hammer forged dari baja 41V45. Baja ini dilakukan perendaman garam dalam proses Nitrocarburizing yang dipercaya mampu meningkatkan akurasi senapan hingga jarak 600 meter jauhnya.


 Senapan serbu M6-IC yang secara keseluruhan, lebih baik ketimbang senapan serbu M4




Spesifikasi laras M6-IC nyatanya lebih baik dari standar NATO yang hanya mensyaratkan logam Chrome-Moly 4150 (baja dengan 0,5% karbon). 41V45 merupakan logam 4150, dengan tambahan Vanadium untuk meningkatkan daya tahan terhadap tekanan. Untuk mempertahankan dari keausan, bagian dalamnya dilapisi NiCorr, bukan merupakan krom biasa. NiCorr memiliki keunggulan dalam hal lapisan yang lebih tipis, pelapisan yang lebih merata, dan lubrikasi yang lebih maksimal. Daya tahannya dijamin mampu melewati treshold 2.000 kali penembakan dengan munisi M855, atau hanya 10.000 kali penembakan dengan M855A1.


Secara umum, M6-IC memiliki keunggulan dari dalam sampai keluar, setidaknya untuk fitur yang terlihat dan performanya di atas kertas telah teruji dalam berbagai pengujian. M6-IC mampu menempatkan LWRC sejajar dengan pabrikan senjata ternama lainnya. Mungkin jika dibandingkan dengan senapan generasi terbaru seperti Magpul Masada atau Bushmaster ACR, LWRC terlihat lebih konvensional dan berpakem lama, namun bisa jadi setara bila diadu. Pertanyaannya sekarang bukan senapan mana yang lebih baik? Namun lebih kepada setulus apa Angkatan Darat AS berusaha untuk menghadirkan satu senapan yang lebih baik untuk para personelnya. Karena hal inilah, maka sejumlah perusahaan kini balik badan dan mengundurkan diri, termasuk LWRC, dari ajang kontes Individual Carbine.







Disadur dari Majalah Commando Volume VIII / Edisi No.3 / Tahun 2012


di Persimpangan Jalan (Senapan runduk M110)

US Marines with M110


Militer AS yang saat ini berada di persimpangan jalan, dengan tanda-tanda dua operasi militer yang hampir usai (operasi militer di Irak dan Afghanistan), pemotongan anggaran Pentagon, dan perkembangan teknologi yang memaksanya untuk mengubah doktrin mereka.

Pemotongan anggaran Amerika Serikat memang tidak banyak, namun hal ini merupakan pertanda untuk masa mendatang. Militer harus fokus untuk meningkatkan kapabilitas para prajuritnya melalui sejumlah reformasi dalam hal teknologi persenjataan. Dalam 2-3 tahun terakhir ini, baik Angkatan Darat AS maupun Korps Marinir AS, banyak memperkenalkan senjata-senjata baru ke dalam struktur infanteri (AD) maupun scout sniper platoon (korps marinir AS). Bahkan korps marinir AS, dapat memutuskan untuk tidak lagi secara ekslusif mengandalkan pada senapan runduk M40A4 sebagai pijakan utama alias senjata utama untuk para penembak jitu mereka.

Tipikal pertempuran yang berubah telah banyak mengubah daftar prioritas yang mereka cari selama ini dari sebuah senapan runduk. Untuk tipikal urban, maka tingkat akurasi pada jarak 300-500 meter harus sudah memadai, yang terpenting adalah kapasitas magazin besar dan kecepatan tembak tinggi sehingga penembak runduk memiliki kesempatan melawan musuh yang jauh lebih besar dan mungkin dapat segera menjangkau mereka.

Ketiga persyaratan tersebut, tak dapat dipenuhi sepenuhnya oleh senapan runduk dengan mekanisme bolt-action. Ketika Knights Armament Company dapat menghasilkan satu sistem senjata untuk 3 jenis pengguna (Scout Sniper, US-SOCOM, dan sniper/designated marksman AD AS), yang tersirat hanya satu kata, “Luar Biasa”!! ketiga pengguna ini memiliki persyaratannya tersendiri yang sukar untuk dipenuhi oleh satu jenis produk saja. Buktinya, Scout sniper dan Angkatan Darat AS selama puluhan tahun mengadopsi 2 jenis senapan yang berbeda, yakni keluarga besar M24 untuk AD dan senapan M40 untuk kalangan korps marinir, walaupun keduanya merupakan senapan penembak jitu dengan mekanisme bolt-action.

Jadi, ketika M110 SASS (Semi Automatic Sniper System) akur untuk dijadikan sebagai model umum, tentunya senapan ini mempunyai keunggulan tersendiri. Hal ini terlihat dari 3 kode yang disandang oleh senapan ini: M110 SASS (desain khusus AD), Mk11 Mod 1/2 (desain khusus US-SOCOM/Korps marinir), atau SR-25. Tembakan semi-otomatis berbekal mekanisme simpel direct-gas impingement menghasilkan daya hentak minim yang tak mengubah arah bidikan. Kapasitas magazin 20 butir peluru yang mudah dilepas pasang adalah keunggulan lainnya.



 Senapan runduk M110



M110 memiliki gelar sekelas bangsawan, hal ini sudah tak dapat dipungkiri lagi, karena darah AR-10 yang mengalir didalamnya adalah buktinya. Awalnya didesain sebagai battle rifle, M110 yang merupakan turunan kedua (sebelumnya bernama SR-25) adalah sebuah penyempurnaan akhir dari satu sistem senjata yang pada awalnya sempat dikira layu sebelum berkembang.

Pilihan peluru standar NATO 7,62x51mm adalah satu keniscayaan, namun bukan keputusan akhir. AD sudah nampak bergerak untuk menstandarisasi .300WinMag sebagai kaliber baru untuk jenis senapan penembak jitu. Dapat memberikan kemampuan tembak hingga jarak 1.200 – 1.500 meter sebelum harus melibatkan senapan yang lebih berat dan besar seperti M107 SASR. Untuk posisi kosong yang ditinggalkan, M110 menempatinya dengan sangat manis.


 Peluru standar NATO untuk sniper (Standard Rifle Bullet - 7.62mm)



Perubahan paradigma dalam alutsista dan peran dari bolt-action ke sistem semi-otomatis, dan kemunculan designated marksman, adalah jawaban dari tuntutan perubahan itu sendiri. Struktur regu dalam kecabangan Angkatan Darat AS dituntut untuk mampu mandiri dan mampu memproyeksikan kekuatannya sendiri tanpa harus menunggu dukungan khusus dari spesialis penembak jitu. Pilihan senapan runduk M110, dan kemudian AD konon, kabarnya menginginkan varian yang lebih pendek, adalah sebuah kabar gembira, pasalnya, designated marksman di AD yang selama ini menggunakan M14 surplus yang merupakan senapan tua dan akurasinya bisa berbeda dari satu senapan ke senapan lain (dalam jenis senapan yang sama). Beberapa regu bahkan harus saweran untuk bisa membeli kit EBR (Enhanced Battle Rifle) untuk senapan M14 yang mereka peroleh.

Dengan men-standarisasi senjata ke satu jenis yaitu M110, tidak hanya lethalitas-nya yang meningkat, namun juga urusan logistik dipermudah karena mereka mampu mendukung satu jenis senjata yang memang sudah jelas dibagikan untuk mereka prajurit yang berada di garis depan.







 Disadur dari Majalah Commando Volume VIII / Edisi No.4 / Tahun 2012


Monday, 19 March 2012

RPG-7 Senjata yang tak ada matinya





Masa-masa keemasan RPG-7 memang telah lewat, perkembangan pesat dalam teknologi rancang bangun Tank dan sistem proteksi telah mematikan fungsi asasi dari keluarga roket anti-tank buatan Bazalt. Namun tidak berarti RPG-7 mati. Kehadirannya malah menjadi paradoks hebat di berbagai wilayah konflik di dunia.

Negara-negara NATO, AS, maupun Rusia tidak kekurangan nama di dalam daftar ini. Sebut saja Javelin, MILAN, ERYX, Metis, dan Kornet. Memang tidak adil membandingkannya dengan rudal AT berpemandu. Namun, dibandingkan dengan roket anti-tank konvensional modern, RPG-7 tetap saja ketinggalan zaman. Bahkan generasi lanjutan RPG-7, yakni RPG-18 dan 29 menampilkan hulu ledak yang tersimpan di dalam, membuktikan bahwa filosofi roket AT yang dianut Amerika Serikat pun sebenarnya ada benarnya.




Pada awalnya memang perdagangan dan peredaran senjata ini dianggap sebagai fenomena sesaat, namun ternyata, satu dekade kemudian, lalu lintas perdagangan senjata ilegal ternyata tidak lantas surut, malah menjadi bisnis perdagangan yang sangat menggiurkan. Walaupun arsenal Rusia yang ditengarai menjadi sumber utama pemasok senjata telah berhasil dikendalikan.

Negara-negara yang menjadi penyuplai utama seperti; Korea Utara, Iran, Irak, RRC. Terkait masalah RPG-7, senjata yang satu ini memang tidak ada matinya. Cukup memliliki hulu ledak, peluncurnya bisa dibuat sendiri dari berbagai macam material. Bila perlu ada pipa besi atau pipa PVC seperti yang dilakukan kelompok gerilyawan Hamas di jalur Gaza. Perdagangan senjata khususnya RPG-7, juga semakin merebak di Afrika. Inspektur PBB yang mengamati arus masuk peredaran senjata ke Sierra Leone tahun 2000 menemukan 25 peluncur RPG-7 dengan rute masuk dari Yaman, menuju Somalia, Liberia, Kongo, Sierra Leone, Chad dan di wilayah-wilayah titik panas lainnya.

Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah para warlord, yang juga menggunakan RPG-7 untuk membajak kapal-kapal dagang asing yang melewati perairan Somalia. Ini juga belum termasuk suplai yang didapatkan dari para tentara bayaran, atau yang dikenal dengan istilah PMC (Private Military Contractor). Satu kasus yang pernah tertangkap media adalah, Sandline International yang dipimpin Tim Spicer. Pada 1998, ia menyuplai rezim Presiden Kabbah dengan berbagai senjata, satu di antara senjata tersebut adalah roket RPG-7 sebanyak 180 senjata.

Di negara-negara yang tergolong hot spot tersebut. Bukan Tank yang menjadi lawan RPG-7, yang ada hanyalah kendaraan ringan dan 'tentara', namun sebutan 'tentara' bagi mereka agaknya kurang tepat, mereka sebenarnya lebih tepat disebut preman (thugs) yang dipersenjatai. Mereka juga tak tunduk pada kode kemiliteran dan tak tercakup dalam konvensi Jenewa. Orang-orang ini, banyak diantara mereka tentara anak-anak, terlibat di dalam pertempuran tak beraturan yang mengerikan. RPG-7 diarahkan dan ditembakkan ke semua target bergerak. Di Sierra Leone, pasukan Inggris yang pernah menegosiasikan pembebasan kontingen prajurit Inggris yang ditahan Small Boys Unit, sebelum melancarkan operasi pembebasan sandera; operasi Barras, juga mengalami sendiri pengalaman yang mengiris hati. Pergerakan mereka diawasi seorang anak perempuan kecil yang menenteng RPG-7 dan mampu mengukur jarak sasarannya dengan akurat.

Bahkan di negara-negara yang tergolong maju seperti Meksiko, perdagangan senjata gelap malah semakin parah lagi. Para kelompok geng obat bius mampu mendatangkan peluncur roket; RPG-7 dan M72 LAW, yang membuat perang melawan obat bius di negara tersebut menjadi all-out war antara polisi setempat, tentara, bergabung melawan kelompok kartel.








Disadur dari; Majalah Commando. Rocket Propelled Grenade- Simple & Deadly- RPG7 yang paling menakutkan. War Machines Series. Cetakan Juli 2011

8 Senjata Sniper Terbaik



Sniper-sniper Terbaik:



ACCURACY INTERNATIONAL AS-50


Lepas dari varian AW50F dan AW50FT, Accuracy International bekerja sama dengan Naval Survace Warfare Center membuat varian khusus untuk US Navy SEAL. Mulai diproduksi tahun 2006 dimana prototype-nya muncul pertama kali pada ajang pameran bergengsi ShotShow tahun 2005 di Amerika. Ringan, tangguh, dan anti-korosi (anti karat akibat keasaman air laut), dan merupakan jenis senjata yang diinginkan para personel US Navy SEAL. Panjang senapan keseluruhan adalah 1.369mm. Para penembak Jitu sendiri mengklaim bahwa AS-50 memiliki tingkat akurasi tembakan dibawah 1,5 MOA (Minute of Angle) dengan jarak tembak efektif sejauh 1.800 meter.



CHEYTAC M200 INTERVENTION / LRSS


Inilah senapan runduk bolt action anti-personel jarak jauh yang diklaim banyak pihak dan militer sebagai senapan pembidik jarak jauh terbaik di dunia. CheyTac M200 Intervention / LRRS (LRSS – Long Range Rifld System) diproduksi oleh CheyTac LLC, AS sejak tahun 2001. Bobot senapan ini sekitar 12,3 kg, termasuk senapan tembak jarak jauh teringan di antara senapan-senapan lainnya. Kelahiran CheyTac M200 tidak terlepas dari racikan tangan dingin profesor John D. Taylor sebagai desainer peluru. CheyTac juga diklaim sebagai senjata yang paling akurat, memungkinkan peluru .408 yang berbobot 27,15 gram melesat stabil pada kecepatan supersonik hingga jarak diatas 2000 meter (2.200 yard). Selongsongnya juga lebih ringan 1/3 dari berat selongsong .50 BMG sehingga menghasilkan recoil lebih kecil.








STEALTH RECON SCOUT




Stealth Recon Scout adalah senapan tembak jarak jauh yang dibuat oleh Desert Tactical Arms, Amerika Serikat. Dan merupakan jenis senapan runduk yang langka. Senapan ini menggunakan mekanisme bullpup bolt action. Efek utamanya jelas terlihat dalam hal keringkasan. Stealth Recon Scout memiliki dimensi 11 inci (280 mm) lebih pendek dari senapan sniper konvensional lainnya. Stealth Recon Scout Memiliki peluru .338 Lapua Magnum, yang mana diketahui merupakan peluru anti-material yang sangat ampuh dan mematikan hingga jarak 1.500 yard. Pergantian laras tak memakan waktu lama, ini karena sistem lepas-pasang laras dilakukan cukup dengan mengendurkan empat skrup di bagian bodi senapan.




M40 6.5x47 LAPUA


Tua tak selalu berarti usang atau tak dapat bersaing, ini adalah kata-kata yang pas yang menggambarkan senapan yang satu ini. Simplicity dan Proven Reliability, itulah konsep yang digunakan senjata ini. M40, telah digunakan oleh Korps Marinir AS sejak tahun 1966, dan masih digunakan sampai sekarang. M40 aslinya merupakan Remington 700, yang berevolusi menjadi M40A1, M40A3, dan M40A5. Senapan ini muncul dengan kode M40T7. Memiliki peluru kaliber 6.5x47 Lapua, yang seukuran sama dan sebobot dengan .308, namun dalam hal kecepatan lesatan peluru yang meluncur di udara, sangatlah berbeda. Bila .308 Winchester setelah ditembakkan akan berakhir dengan lintasan parabolik jatuh, maka peluru 6.5x47 Lapua lebih panjang lintasan dan energinya. Peluru ini efektif digunakan pada jarak 1000 meter atau lebih.



MACMILLAN TAC-50


MacMillan Tac-50 dirancang oleh McMillan Brothers Rifle Company, Phoenix, Arizona. Senapan ini merupakan senapan bolt-action rotary dengan front-locking lugs ganda. McMillan memiliki berat laras yang sulit ditandingi dan sebuah kotak magazine yang berisi lima peluru. Untuk membuat senapan ini lebih mudah digunakan, ia memiliki fitur dengan rancangan berbobot “minimalis” seperti flutted barrel dan gagang fiberglass. Memiliki panjang 1.448 mm dengan berbobot 11,8 kg. Senapan didesain untuk ditembakkan dari bipod. Sebagai Long Range Sniper Weapon (LRSW) resmi bagi Canadian Army, senapan ini juga dipasangi Leupold Mark IV 16x40mm LR 1T Riflescope optical sight. Optical Sight sejenis juga dipasangkan oleh US Navy SEAL dengan sebutan Mk 15.




BARRET M107 LRSR



Kelahiran senapan runduk semi-otomatis kelas berat, Barret M107 LRSR (Long Range Sniper Rifle) yang digunakan oleh AB-Angkatan Darat Amerika Serikat ini, terinspirasi oleh penggunaan senapan Barret M82A1 yang digunakan oleh marinir AS. Dapat dikatakan bahwa M107 merupakan penyermpurnaan dari versi AD AS. Senapan runduk Barret M107 berawal dari penyempurnaan senapan M821A dan berubah wujud menjadi M107 Long Range Sniper Rifle. Dilengkapi dengan teleskop Leupold 4.5-14x5 Mark 4. Untuk varian M107CQ, memiliki ukuran yang lebih pendek dan lebih ringan. Varian ini diproduksi untuk penggunaan dari atas helikopter dan mendukung pertempuran jarak dekat.




M110

Diproduksi oleh Knigh's Armament Company. Senapan sniper ini merupakan senapan runduk semi-otomatis yang populer di kalangan para militer, terutama bagi para sniper dan spotter. Senapan ini adalah penyerpurnaan dari senapan M24 Sniper Weapon System yang menggunakan mekanisme bolt action. Kiprah pertama M110 terlihat ketika AD AS terlibat di Afghanistan tahun 2007. Dengan bobot 15 pon (full loaded), M110 efektif digunakan untuk menembak sasaran pada jarak 1.000 meter. Sang disainer, Gene Stone, memang sengaja membuat M110 tampak seperti senapan serbu M16, agar prajurit tidak canggung menggunakannya dan terasa familiar dengan senapan ini. Peluru kaliber 7.62mm dapat menempuh jarak tembak 1.000 meter dengan 20 peluru per-magazine. Senapan ini menjadi senapan terbaik dengan menduduki peringkat kedua dari top invention pada tahun 2007.




DRAGUNOV SVD


Senapan bidik jarak jauh Dragunov SVD- merupakan senjata sniper semi-otomatis yang dirancang Evgeny Dragunov (Soviet). Senjata ini mulai dioperasikan oleh militer Soviet pada tahun 1963. Sebagai sniper, Dragunov SVD memiliki amunisi dengan kaliber 7.62mm yang dirancang khusus. Senapan tembak jarak jauh ini memang dirancang untuk mudah dioperasikan oleh siapa pun, termasuk mereka yang awam sekalipun. Berkat kemudahan penggunaan dan keakuratan bidikannya, Dragunov SVD pun menjadi senjata yang simpel dan sangat digemari. Memiliki akurasi tembakan hingga jarak 800 meter. Reputasi Dragunov SVD pun sangat baik di lapangan dan senjata mematikan ini sudah banyak dikenal oleh berbagai kalangan, termasuk; kalangan militer, para penembak jitu, milisi lokal, pemberontak, dan bahkan teroris.







Disadur dari; Majalah Angkasa Edisi Koleksi; The Great Stories of Sniper. Edisi Koleksi No.78- Februari 2012

Sunday, 26 February 2012

Senapan Serbu (Assault Rifle)

Senapan serbu adalah senjata standar bagi semua unit militer dan juga unit Pasukan Khusus. Mampu menembak dengan lesatan peluru yang memiliki efek damage besar dan jarak tembakan efektifnya yang lebih tinggi. Ada berbagai macam dan varian dari Senapan serbu, dan masing-masing disesuaikan dengan kebutuh`n operasi militer yang spesifik. Mulai dari AK-47, M16, dan M4A1 yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri. Senapan serbu adalah bagian yang tak terpisahkan dari perlengkapan para prajurit yang bertempur.
.
.
AK-47 (1974)
Didasarkan pada AK-47 yang diciptakan oleh Timofeyevich Kalashnikov (kelahiran 1919), AK-47 buatan Rusia sangat populer karena kahandalan, kebandelan dan kemudahan dalam segi perawatannya. Senapan serbu ini populer dan telah dikenal reputasinya di seluruh dunia. Senjata ini tahan di segala jenis medan, dan masih bisa digunakan walaupun terkena air maupun lumpur. AK47 Sering digunakan oleh kelompok-kelompok teroris dan kelompok pemberontak. Kapasitas magazine nya 30 peluru dan senapan serbu ini memiliki jarak tembak efektif 500 meter (1.625 kaki).
  • Panjang : 94,3 cm (37,1 inci)
  • Berat : 3,4 kg (7,5 pon)
  • Kecepatan tembak : 600 rpm (600 peluru per-menit)
  • Kaliber : 5,45mm
.
.
.

Colt M16 A2 (1982)
Senapan serbu ini digunakan oleh US Marine Corps (USMC). M16-A2 memiliki jarak tembak efektif 500 meter dan magazinenya memuat 30 peluru. Senapan serbu ini hingga saat ini telah diproduksi di banyak negara di seluruh dunia dan menjadi senjata standar bagi pasukan-pasukan reguler.
  • Panjang : 100 cm (39,4 inci)
  • Berat : 3,4 kg (7,5 pon)
  • Kecepatan tembak : 800 rpm
  • Kaliber : 5,56mm
 .
.
.
Galil (1972)
Senapan serbu ini adalah senjata buatan Israel dan digunakan oleh Pasukan Israel termasuk Pasukan Elite Special Emergency Response Team yang berkekuatan 25 orang, yang dikenal juga sebagai Force 100. Senjata ini terkenal karena performanya yang baik dan tahan terhadap segala kondisi cuaca dan medan yang tidak bersahabat. Kapasitas magazinenya 25 peluru dan jarak efektifnya 600 meter (1.950 kaki).
  • Panjang : 105 cm (41,3 inci)
  • Berat : 4,4 kg (9,7 pon)
  • Kecepatan tembak : 650 rpm
  • Kaliber : 7,62mm
 .
.
.
SA80 (1986)
Senapan serbu SA80 adalah senjata tempur standar British Army, dibuat oleh Heckler & Koch (UK). Senapan serbu ini juga digunakan oleh Parachute Regiment dan Royal Marines (British). Optik pembidiknya memberikan zoom sebesar 4x, meningkatkan akurasi bidikan. Magazinenya menampung 30 peluru dan memiliki jarak tembak 500 meter (1.625 kaki).
  • Panjang : 78,5 cm (30,9 inci)
  • Berat : 3,8 kg (8,4 pon)
  • Kecepatan tembak : 650 rpm
  • Kaliber : 5,56mm
 .
.
.
FAMAS (1980)
Senapan serbu ini digunakan oleh Legiun Asing Perancis. FAMAS diseimbangkan dengan sempurna di area sekitar gagang pistolnya. Meskipun memiliki desain yang agak aneh, namun senapan serbu ini sangat populer karena kemudahan dalam penggunaannya. Magazinenya memuat 30 peluru dan memiliki jarak tembak efektif 450 meter (1.460 kaki).
  • Panjang : 75,7 cm (29,8 inci)
  • Berat : 3,7 kg (8,1 pon)
  • Kecepatan tembak : 950 rpm
  • Kaliber : 5,56mm
 .
.
.
FN FNC (1976)
FN FNC adalah senapan serbu pilihan untuk Para Komando Belgia. FNC dilengkapi dengan popor lipat, yang sangat ideal untuk pasukan lintas udara. Magazinenya berisi 30 peluru dan memiliki jarak tembak efektif 550 meter (1.780 kaki).
  • Panjang : 65,6 – 100 cm (29,8 – 39,4 inci)
  • Berat : 3,8 kg (8,4 pon)
  • Kecepatan tembak : 700 rpm
  • Kaliber : 5,56mm
 .
.
.
M4 Carbine (1994)
Senapan serbu M4 ini adalah varian senapan serbu terbaru dari keluarga senapan serbu M16, yang didasarkan pada desain asli AR-15 yang didesain oleh Eugene Stoner dan dibuat oleh ArmaLite. Ukurannya lebih pendek dengan tampilan desain yang mengagumkan, hampir 80% desainnya memiliki kesamaan dengan varian-varian M16 pendahulunya. Saat ini, M4 Carbine menggantikan senapan serbu M16, dan banyak digunakan oleh militer Amerika Serikat dan juga unit-unit militer di seluruh dunia. Magazinenya berisi 30 peluru dan memiliki jarak tembak efektif 500 meter.
  • Panjang : 33 inci (840 mm)
  • Berat : 3,1 kg
  • Kecepatan tembak : 700-950 rpm
  • Kaliber : 5,56mm
 .
.
.
HK36C (1997)
Heckler & Koch G36 adalah senapan serbu berkaliber 5.56 x 45mm, didesain pada awal permulaan tahun 90an oleh Heckler & Koch di Jerman. Senapan serbu ini menggantikan senapan serbu G3 berkaliber 7.62mm. Sering digunakan oleh unit-unit militer dan juga pasukan reguler karena kehandalannya dan desainnya yang tidak kalah dari senapan serbu M4 Carbine buatan AS. Memiliki jarak tembak efektif 800 meter dan kapasitas magazine 30 peluru.
  • Panjang : 228 mm (9.0 in)
  • Berat : 2.82 kg (6.2 lb)
  • Kecepatan tembak : 750 rpm
  • Kaliber : 5,56mm
.
.
.
.

MEMBONGKAR SENJATA
Salah satu pertimbangan terpenting dalam hal desain senjata untuk jenis senapan serbu adalah kemudahan perawatan senjata di lapangan. Senapan serbu individu ini adalah bagian terpenting dari operasi militer di medan tempur. Seorang prajurit yang mengoperasikan senapan serbu ini harus mampu menjaga senjatanya tetap dalam keadaan yang baik dengan upaya minimal dalam keadaan dan kondisi apapun. Seorang prajurit harus mampu membongkar dan merawat senjatanya sendiri sampai pada tingkat tertinggi dimana ia harus mampu melakukannya dalam keadaan gelap gulita sekalipun. Sepucuk senapan serbu yang tidak dirawat, besar kemungkinan senjata tersebut akan macet ataupun rusak, jika sudah begitu, maka nyawa seorang prajurit lah yang menjadi taruhannya.

Sub-machine gun (SMG)

Submachine gun telah menempatkan diri mereka sebagai senjata militer dan senjata pasukan khusus yang paling praktis. Daya tembaknya yang senyap dan mematikan menjadi andalannya, dan juga ukurannya yang ringan dan fleksibel, membuat senjata jenis ini sangat digemari, dan seringkali digunakan dalam setiap operasi khusus, khususnya untuk misi penyelamatan sandera di daerah perkotaan. Senjatanya juga dapat dibawa dengan mudah dan penggunaannya sangat simpel. SMG juga sering dipakai untuk tim perlindungan dan juga pengamanan sipil.
.
.
 
Mini Uzi (1981)
Mini-Uzi adalah versi praktis dari Uzi model pertama. Senjata ini menyimpan 20, 25 hingga 32 peluru dalam satu magazine. Biasanya dipakai dalam institusi penegak hukum kepolisian dan tim pengamanan khusus.
  • Panjang : 36 cm (14,2 inci)
  • Berat : 2,7 kg (5,9 pon)
  • Kecepatan tembak : 950 rpm (950 peluru per-menit)
  • Kaliber : 9mm


Submachine gun Uzi
SMG Uzi dikembangkan dan didesain pada tahun 1950-an oleh Uziel Gal dari Israel (1923-2002), yang kemudian namanya (Uzi) diabadikan untuk senjata ini. Uzi dibuat oleh Israeli Military Industries dan telah menjadi inspirasi bagi banyak senjata serupa di seluruh dunia. Sejak model pertama Uzi diluncurkan, varian lain pun telah banyak yang muncul, termasuk Mini Uzi (1981) dan Micro Uzi (1982). Uzi telah disekspor ke lebih dari 90 negara. Versi lainnya telah dibuat dan diadposi oleh banyak unit Pasukan Khusus termasuk US Secret Service. Dan lebih dari 10 juta senjata Uzi yang telah diproduksi.


MAC 10 (1970)
MAC memiliki magazine 32 peluru dan mampu mengisi ulang magazine dalam satu gerakan yang memakan waktu 1,5 detik. Popor besi yang ringan dapat disorongkan ke belakang untuk kenyamanan penembak. Senjata ini dikembangkan oleh pabrik industri senjata Amerika, Military Armament Corporation (MAC). Oleh karena itu senjata ini dinamakan seperti nama pabrik pembuatnya (MAC).
  • Panjang : 30-56 cm (11,8-22 inci)
  • Berat : 2,7 kg (5,9 pon)
  • Kecepatan tembak : 1.280 rpm
  • Kaliber : 9mm


FN P90 (1990)
FN P90 adalah senjata SMG dengan desain canggih dari FN (Fabrique Nationale) dari Belgia. Ditujukan bagi para penegak hukum kepolisian, senjata ini memiliki efek tolak balik kecil, dengan magazine atas yang kompatibel dan efisien. Dan memiliki kecepatan lesatan peluru yang tinggi.
  • Panjang : 50 cm (19,7 inci)
  • Berat : 2,5 kg (5,5 pon)
  • Kecepatan tembak : 900 rpm
  • Kaliber : 5,7mm



Baretta M12 (1959)
Baretta M12 telah diadopsi kepolisian Italia (Carabinieri) dan unit-unit militer di seluruh dunia. M12 memiliki lesatan peluru akurat hingga 200 meter (658 kaki), dan dapat dipasang magazine dengan kapasitas peluru; 20,32 atau bahkan 40 peluru.
  • Panjang : 41,8-66 cm (16,5-26 inci)
  • Bobot : 3,2 kg (7 pon)
  • Kecepatan tembak : 550 rpm
  • Kaliber : 9mm






AUG PARA (1986)
Senjata berjenis SMG ini diturunkan dari keluarga senjata AUG. didesain dan dibuat oleh pabrik pembuatan senjata Austria, Steyr. Untuk jenis SMG ini, larasnya diperpendek untuk membuatnya tampak kecil dan sesuai dengan pasukan lintas udara. Magazinenya dapat menampung 20 dan 32 peluru.
  • Panjang : 66,5 cm (26 inci)
  • Berat : 3,3 kg (7,3 pon)
  • Kecepatan tembak : 700 rpm
  • Kaliber : 9mm



Heckler & Koch MP5 (HK-MP5)
Diperkenalkan pada 1964, submachine gun MP5 berkaliber 9mm dibuat oleh pabrik senjata Jerman Heckler & Koch, menghadirkan penyempurnaan desain atas submachine gun pendahulunya pada masa itu. MP5 menampilkan banyak inovasi desain, khususnya mekanisme penembakan dan dibuat dengan standar tinggi. Hal ini berujung pada diadopsinya MP5 oleh banyak Pasukan Elite didunia, dan yang paling terkenal adalah penggunaan MP5 oleh Pasukan Khusus SAS British.


MP5SD (1975)
Senjata ini didesain untuk penggunaan khusus dimana suara dan cahaya akibat tembakan harus diredam. Seperti misi rahasia dan juga misi-misi untuk membunuh musuh secara senyap. Menggunakan magazine 15 atau 30 peluru. Memiliki jarak efektif 100 meter (328 kaki)
  • Panjang : 55 cm (21,6 inci)
  • Berat : 2,9 kg (6,3 pon)
  • Kecepatan tembak : 800 rpm
  • Kaliber : 9mm



MP5 NAVY (1980)
Salah satu varian MP5 yang didesain khusus untuk US Navy SEAL. MP5N dapat menggunakan 15 atau 30 peluru dan memiliki jarak tembak efektif 100 meter (328 kaki).
  • Panjang : 49-96 cm (19,2 – 27,1 inci)
  • Berat : 2,55 kg (5,61 pon)
  • Kecepatan tembak : 800 rpm
  • Kaliber : 9mm



MP5K (1976)
Jenis varian ini didesain untuk pertempuran jarak dekat, versi K (dari bahasa Jerman, Kurz; yang berarti; pendek). Senjata ini dapat dengan mudah dibawa, dan disembunyikan. Senjata ini sangat ringan sehingga memudahkan si penembak dalam melakukan aksinya. Magazine 30 peluru, dan memiliki jarak tembak efektif 50 meter (164 kaki).
  • Panjang : 32 cm (12,5 inci)
  • Berat : 2 kg (4,4 pon)
  • Kecepatan tembak : 900 rpm
  • Kaliber : 9mm



MP5A3 (1964)
Varian ini memiliki popor belakang yang dapat dimasukkan ke dalam, untuk mengurangi panjang senjata, dan juga dapat ditarik keluar, untuk memudahkan si penembak dalam membidik sasaran dan menambah akurasi bidikan. Magazinenya dapat memuat 15 atau 30 peluru, MP5A3 memiliki jarak tembak 100 meter (328 kaki).
  • Panjang : 49-96 cm (19,2 – 27,1 inci)
  • Berat : 2,55 kg (5,61 pon)
  • Kecepatan tembak : 800 rpm
  • Kaliber : 9mm


Mekanisme penembakan senjata MP5
MP5 memiliki mekanisme penembakan khusus yang menggunakan bolt tertutup. Sebagian besar SMG (submachine gun) ditembakkan dari bolt terbuka, yang berarti saat pelatuk ditarik, bolt melesat kedepan untuk memasukkan peluru ke kamar peluru dan kemudian menembakkannya. Hasilnya adalah perubahan keseimbangan senjata, yang dapat menurunkan akurasi dan mengakibatkan tembakan tak mengenai sasaran. Akan tetapi, MP5 memiliki bolt tertutup. Semua yang terjadi pada saat pelatuk ditarik adalah hanyalah palu pemukul (hammer) yang dilepaskan, yang lalu melesatkan peluru.
 
Desain MP5
Desain varian MP5 sangat luar biasa. Sebagian besar bahannya terbuat dari baja berkualitas tinggi. Dapat ditembakkan dalam segala kondisi cuaca dan medan yang berat, seperti di medan berlumpur dan basah.